Duapuluh

Aku belum membayangkan tentang hari-hari yang aku lewati tanpa hadirmu yang kucinta, bukan belum ada lebih tepatnya aku tak menginginkan bayangan itu ada. Bagaimana bisa aku membayangkan jika nanti bukan lagi kamu yang aku ganggu ketika aku terjaga, bukan lagi kamu yang harus mendengarkan ceritaku yang tak berwarna, bukan lagi kamu yang aku cari ketika aku butuh dekapan yang menghangatkan raga. Bagaimana bisa aku membayangkan hal yang bisa dengan cepat mengundang air mata? Apa jadinya hariku tanpa genggaman tangan dan pandangan mata yang menjadi pemanis untukku setiap harinya. Jika bukan kamu yang menemani, akan seperti apa jalan yang nanti aku lalui? Selamat! Kamu sudah berhasil mengisi seluruh ruangan hati. Bukan, bukan aku tak bisa hidup tanpa genggaman tangan yang selalu kamu lakukan, bila nanti kamu memutuskan untuk pergi pun mau tak mau aku harus tetap melanjutkan hidup kan? Aku akan tetap mengunjungi tempat-tempat yang ingin aku kunjungi, aku akan tetap mencari makanan untuk di cicipi, dan aku akan tetap melanjutkan kehidupan yang telah Tuhan beri. Hanya saja mungkin akan sedikit sepi tanpamu yang tak lagi menemani perjalanan ini. Kakiku mampu untuk melanjutkan ini sendiri, hanya saja, pijakanku akan lebih kuat jika kamu mau menemani. Jika harus kembali menaklukkan mimpi, ragaku akan lebih kuat jika kamu ada disisi. Jangan pergi meninggalkan, hadirmu adalah sebuah keistimewaan. Jangan pergi meninggalkan aku sendiri, meskipun jika kamu pergi aku akan berusaha bangkit kembali. Peluk aku dan jadilah seseorang yang setia menemani, meskipun kita tak tahu apa yang akan terjadi. Bersamamu mimpi yang semula tak pernah ada menjadi nyata, denganmu tak akan ku rasakan hampa. Sepertinya aku terlalu menginginkanmu, aku seorang yang ingin kamu menemaniku. Aku ingin kamu tetap di sampingku, karena banyak hal dan rasa yang ingin aku utarakan padamu. Tetaplah mencintaiku, meskipun kamu tak mau. Namun harus kamu tahu bahwa rasaku akan selalu ada untukmu. Dengarkan, bukan aku tak mampu berdiri tanpamu, hanya saja aku akan merasa lebih bahagia jika kamu ada untukku. Semoga kamu bersedia menemaniku sampai habis perjalanan ini, tetapi jika keputusanmu adalah pergi maka aku persilahkan dengan sepenuh hati. Aku akan tetap melanjutkan kehidupan ini, meski sendiri tanpa hadirmu yang menghiasi hari yang aku lewati. Namun tak akan seindah, sebahagia dan sekuat seperti hari ini, saat kamu ada dan menemani. purbasari_____

Sembilanbelas

Aku pernah menggantungkan harapan pada manusia bukan pada sang Pencipta
dan berakhir dengan aku yang terluka.

Mereka hanya mampu membandingkan. Tak mampu memberikan pengertian atau ucapan yang menenangkan. Semua orang pernah terluka apalagi perihal perasaan, semua orang pasti pernah merasakan kekecewaan atas luka yang ditorehkan. Namun tak semua orang mampu melewatinya dengan senyuman.
Perkenalkan. Aku adalah salah satu manusia
yang sedikit merasakan kesusahan saat
melewati luka yang telah seseorang torehkan. Aku jatuh ditarik oleh kesedihan, di hantam kekecewaan, dan berakhir pada aku
yang merasa Tuhan tak mempunyai keadilan.
Dasar manusia yang tak berperasaan.
Padahal sudah banyak manusia yang menjadi korban, karena menaruh harapan
pada selain Tuhan, tetap saja manusia memang makhluk yang bebal dan tak pernah merasakan kepuasan. Sudah merasakan sakitnya penghianatan, baru mengadu pada Tuhan. purbasari_____

Delapanbelas

Sendiri adalah sebuah pilihan. Lebih tepatnya, saat ini sendiri menjadi hal dapat memberikan jaminan. Jaminan untuk tak merasakan kekecewaan apalagi penghianatan. Dengan siapa pun aku berjalan, dengan siapa pun diri ini berlabuh dengan penuh perasaan, pasti dan selalu saja ada hal-hal yang membuat seseorang yang menawarkan perjalanan pergi dan mematahkan mimpi yang sempat ingin diwujudkan. Ah ternyata sampai sekarang belum ada yang mampu menerima kekurangan yang ada dalam diri dengan penuh ketulusan. purbasari_____

Tujuhbelas

Orang-orang menyebutku wanita gila, padahal pada kenyataannya ada luka yang belum reda.
Orang-orang menyebutku wanita sinting, padahal pada kenyataannya ada luka yang belum kering.
Orang-orang menyebutku wanita yang tak mampu berusaha, padahal pada kenyataannya ada perjuangan yang berakhir sia-sia.
Orang-orang hanya mampu berpendapat tanpa peduli rasa seseorang yang tercabik oleh sebuah mulut yang tak berperasaan. Mari bernafas selagi Tuhan masih memberikan secara suka rela tanpa mengharapkan imbalan, semua sudah ada dalam waktu dan porsinya yang diatur langsung oleh Tuhan. Tidak semua kalimat menyedihkan akan memberikan tekanan, barangkali dengan kalimat menyedihkan akan membuat semangat yang semula hilang kini kembali dengan janji kemenangan. purbasari_____

Enambelas

Duka karena Luka

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

Setelah beberapa waktu berjalan bersama berusaha meraih mimpi yang diinginkan bersama, akhirnya aku tersadar pada kenyataan yang ada, bahwa sebenernya sudah sejak lama hanya aku yang berusaha membangun mimpi yang sempat diharapkan terwujud nyata. Dengan tanpa salah kamu membiarkanku membangun mimpi dengan kamu yang tak lagi menemani seperti diawal kita memulai semuanya. Tetapi ditengah perjalanan aku lebih memilih untuk berhenti dan merenungi semuanya. Bukan, aku bukan menyerah pada kisah kita. Hanya saja kurasa semua percuma, mimpi kita, perjuangan kita. Semuanya percuma dan sia-sia.
Katamu aku menyerah pada kenyataan yang ada. Baik, katakan saja aku menyerah dengan lapang dada aku katakan aku menerimanya.
Aku menyerah dengan separuh jiwa yang memberontak tak menerima, menyerah bukan berarti tak ada lagi rasa. kesabaran ku kamu uji dalam waktu yang cukup lama, sampai pada aku sendiri tak tahu apa yang harus aku katakan dan lakukan untuk mempertahankan mimpi kita. Apa dengan kepergianku kebahagiaan yang kamu harapkan akan kamu rasa? Ingat kataku, bahwa bahagiamu adalah bahagiaku. Jangan bicarakan perihal luka, luka yang kamu buat menjadi duka yang aku nikmati dengan hati yang rela. Jika bahagiamu adalah ketiadaan ku maka akan dengan senang hati aku katakan selamat tinggal cinta. #DukakarenaLuka purbasari_____